14 September 2012

Dua Kategori Bantingan

Salah satu teknik pembelaan yang populer digunakan di dalam bela diri adalah teknik bantingan. Teknik ini sering digunakan selain teknik kuncian, patahan, dan pukulan dan tendangan balasan.

Walaupun bantingan itu tampak banyak jenisnya, dan banyak tampak berbeda di tiap bela diri, tetap bisa dikategorikan di dalam dua kategori yang sederhana. Saya menyebutnya bantingan langsung dan bantingan lontar. 

Yang saya maksud bantingan langsung ialah teknik bantingan yang menjatuhkan lawan dengan cara menjatuhkan lawan yang sedang berdiri, mendorongnya atau menariknya. Artinya tanpa membuat tubuh lawan terlontar ke udara, tetapi langsung jatuh ke tanah.

Sedangkan yang saya maksud dengan bantingan lontar adalah bantingan yang dilakukan dengan cara melontarkan badan lawan ke udara, sebelum lawan menyentuh tanah. Seperti contoh gambar ilustrasi artikel ini. Teknik ini memerlukan kematangan teknik yang baik dan tenaga yang cukup besar untuk melakukannya.

Bila badan Anda kecil dan tenaga Anda kurang kuat, bantingan langsung merupakan pilihan yang baik untuk membela diri. Bila Anda besar dan bertenaga kuat, bantingan lontar bisa jadi alternatif yang baik untuk membela diri. Walaupun boleh saya katakan bahwa teknik mana yang baik untuk membela diri itu relatif, karena sangat tergantung pada situasi pertarungan atau pembelaan diri.

Teknik terbaik untuk membela diri itu adalah teknik yang menyelamatkan nyawa Anda, bukan teknik yang rumit-rumit. Demikianlah yang dapat saya kutip dari Kitab Lima Unsur (The Book of Five Rings) karangan Miyamoto Musashi, seorang samurai Jepang yang terkenal di dalam sejarah.

Demikianlah dua kategori bantingan menurut pendapat saya. Mudah-mudahan dapat dipahami dan berguna bagi para pecinta bela diri.

03 September 2012

Bagaimana Supaya Bisa Menendang Tinggi

Teknik tendangan adalah teknik serangan dengan kaki, di mana kaki tersebut ditendangkan ke badan lawan. Tendangan termasuk ke dalam teknik serangan, selain pukulan.

Ada dua macam tendangan, tendangan melayang dan tendangan biasa. Tendangan melayang ialah tendangan yang dilakukan di mana kedua kaki tidak menyentuh tanah. Sedangkan tendangan biasa ialah tendangan di mana satu kaki menendang ke badan lawan, sedangkan kaki satunya tetap di tanah. Tendangan biasa inilah yang akan kita bahas di sini.

Sasaran tendangan biasa umumnya tulang kering, lutut, alat vital, ulu hati, pinggang, leher, dan kepala. Yang biasanya sulit dilakukan adalah tendangan ke arah leher atau kepala, karena menyalahi jalannya anatomi kaki.

Lalu bagaimana caranya supaya bisa menendang tinggi? Menurut pendapat saya diperlukan latihan khusus. Yaitu latihan kelenturan dan latihan teknik.

Kelenturan merupakan salah satu faktor penting untuk menendang tinggi. Dengan tulang dan otot kaki yang lentur, Anda bisa menendang tinggi. Sering-seringlah berlatih kelenturan kaki seperti split dan mencium lutut Anda sendiri.

Teknik juga tidak kalah pentingnya. Walaupun kaki Anda sudah lentur, jika teknik tendangan Anda salah, tendangan Anda tidak akan setinggi yang diharapkan.

Demikianlah dua hal yang perlu diperhatikan supaya bisa menendang tinggi. Mudah-mudahan ada gunanya bagi para pecinta bela diri.

17 Agustus 2012

Pengertian Berani di Dalam Pembelaan Diri

Selain mengajarkan pandai bertarung dan membela diri, bela diri juga mengajarkan sikap mental. Sikap mental yang diajarkan antara lain pengendalian diri, berani, disiplin, jantan, satria, dan lain-lain. Di sini kita akan membahas sikap mental berani.

Berani di sini artinya kita tetap tenang dan tidak takut walau bagaimanapun keadaan. Walaupun lawan lebih besar. Walaupun Anda dikeroyok. Walaupun lawan memegang senjata. Semua itu tidak menciutkan nyali Anda sedikitpun. Apalagi sampai membuat lutut Anda gemetaran.

Berani berbeda dengan agresif dan ugal-ugalan. Mentang-mentang Anda seorang "pemberani", sedikit-sedikit ada masalah maunya lantas bertarung dan berkelahi. Bukan seperti itu yang disebut berani. Itu namanya panasan dan tidak bisa mengendalikan diri.

Ketahuilah bahwa keberanian itu tidak mesti diwujudkan dengan bertarung fisik. Di dalam praktiknya, hanya dengan sedikit gertakan dan mengucapkan beberapa patah kata, Anda sudah bisa membuat lawan mengerti bahwa jika ia meneruskan konflik, maka ia hanya merugikan dirinya sendiri.

Demikianlah pengertian berani di dalam pembelaan diri. Sekitar dua hari lagi umat Islam di Indonesia merayakan Idul Fitri. Penerbit blog ini, Khairan Noor, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin.

01 Agustus 2012

Bela Diri dan Pengendalian Diri

Selain mengajarkan kuat fisik dan pandai bertarung, bela diri juga mengajarkan sikap mental. Sikap itu antara lain adalah pengendalian diri, berani, disiplin, jantan, satria, dan lain-lain. Saat ini kita membahas sikap mental yang utama dan pertama di dalam bela diri, pengendalian diri.

Pengendalian diri secara umum artinya menahan diri dari melakukan sesuatu yang dianggap salah atau tidak baik. Di dalam konteks bela diri, artinya menahan diri dari bertarung karena sebab yang tidak prinsip. 

Tidak hanya bela diri yang mengajarkan pengendalian diri. Agama, moral, norma, dan  budaya juga mengajarkannya. Contohnya agama Islam mengajarkan pengikutnya untuk menahan diri supaya tidak makan-minum, bercampur dengan pasangan sah, berbuat dosa, dan hal-hal tidak baik lainnya saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang tengah kita jalani sekarang ini.

Mengapa pengendalian diri itu penting? Sebab pengendalian diri adalah pembeda antara orang yang berpendidikan bela diri dengan berandalan. Berandal akan bertarung jika ada pemicunya, apapun itu. Siswa bela diri tidak akan bertarung walaupun diejek dan diprovokasi, kecuali jika lawan sudah menyerang badannya dan tidak memberi pilihan lain.

Kemenangan tidak mesti berarti menang bertarung. Menang itu berarti berhasil menguasai keadaan. Tanpa bertarung sekalipun jika lawan sudah takluk dan tidak meneruskan konflik, Anda keluar sebagai pemenang.

Pengertian pengendalian diri sebenarnya tidak hanya berlaku sebelum pertarungan, tapi juga di saat pertarungan. Menghadapi lawan bersenjata, misalnya, tidak mesti sampai membunuhnya atau melukainya. Cukup dengan melucuti senjatanya dan membuatnya tidak berdaya, Anda sudah memenangkan pertarungan. Melukai lawan atau membunuhnya adalah tindakan pembelaan diri yang berlebihan, itu artinya Anda melanggar hukum. Kecuali jika situasinya mengharuskan melenyapkan lawan, misalnya Anda seorang tentara  di medan peperangan, baru Anda dibenarkan melenyapkan lawan.

Demikianlah konsep pengendalian diri menurut pendapat saya. Saya, Khairan Noor, penerbit blog ini mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan bagi yang menjalankannya. Semoga amal ibadah kita diterima dan dibalas berlipat ganda oleh Allah swt, dan dosa-dosa kita diampuni-Nya.

14 Juli 2012

Tangkisan Luar dan Tangkisan Dalam

Menurut teknik lanjutannya, kita bisa mengkategorikan tangkisan menjadi dua. Tangkisan hidup dan tangkisan mati. Sebagaimana sudah kita bahas di dalam artikel sebelumnya. Kali ini kita mengkategorikan  tangkisan berdasar kategori lainnya.

Menurut arah gerakannya, tangkisan juga bisa dibagi dua. Tangkisan luar dan tangkisan dalam. Disebut tangkisan luar jika arah gerakannya dari dalam ke luar tubuh kita. Disebut tangkisan dalam jika arah gerakannya dari luar ke dalam tubuh kita.

Bila Anda masih kesulitan memahami pengertiannya, cobalah peragaan berikut. Mintalah seorang teman Anda menjadi teman latihan. Minta ia menyerang dengan pukulan lurus ke dada Anda. Tangkislah pukulannya dengan tangkisan samping tangan kanan.

Bila Anda menggerakkan tangan kanan Anda dari arah samping kiri Anda ke arah samping kanan Anda, berarti Anda menangkis ke arah luar. Inilah sebabnya disebut tangkisan luar. Sedangkan bila Anda menggerakkan tangan kanan Anda dari arah samping kanan Anda ke arah kiri Anda, berarti Anda menangkis ke arah dalam. Itulah sebabnya disebut tangkisan dalam.

Di dalam teorinya, semua bela diri memiliki kedua jenis tangkisan ini. Namun di dalam praktiknya, tangkisan luar-lah yang sering digunakan. Sebab tangkisan jenis ini sangat aman dari sisi pihak yang diserang.

Namun bukan berarti tangkisan dalam tidak punya keunggulan. Kelebihannya ada pada nilai taktis. Dengan tangkisan ini, Anda sangat mudah memasuki pertahanan lawan dan menyerang balik.

Demikianlah apa yang disebut dengan tangkisan luar dan tangkisan dalam. Mudah-mudahan ada gunanya bagi para pecinta bela diri.

03 Juli 2012

Tangkisan Hidup dan Tangkisan Mati

Tangkisan adalah salah satu keterampilan bela diri yang esensial. Kebanyakan teknik pembelaan diri menggunakan tangkisan, bila tidak menggunakan hindaran.

Tangkisan dapat dibagi dua kategori, tangkisan hidup dan tangkisan mati. Tangkisan hidup ialah tangkisan dengan telapak tangan terbuka. Sedangkan tangkisan mati ialah tangkisan dengan tangan terkepal.

Dikatakan tangkisan hidup karena dengan telapak tangan terbuka Anda bisa melanjutkannya dengan berbagai teknik. Anda bisa membalas dengan serangan pisau tangan. Anda bisa membalas dengan pukulan atau tendangan. Dan yang paling penting, Anda bisa menangkap pukulan/tendangan lawan untuk selanjutnya menggunakan teknik bantingan, kuncian, atau patahan. Jadi inilah sebabnya disebut tangkisan hidup

Sedangkan tangkisan mati disebut demikian karena nyaris tidak ada teknik yang bisa dikembangkan dengan tangkisan mati. Bila Anda menangkis dengan tangan terkepal, bisa dipastikan bahwa satu-satunya teknik balasan adalah pukulan, sikutan, atau tendangan. Jadi inilah alasannya disebut tangkisan mati.

Tangkisan hidup umumnya sering dipakai oleh Bela Diri Rapat. Sedangkan tangkisan mati sering dipakai oleh Bela Diri Renggang (untuk memahami pengertian Bela Diri Rapat dan Bela Diri Renggang, silakan baca artikel saya dahulu: Dua Kategori Ilmu Bela Diri).

Tujuan tangkisan hidup adalah untuk memudahkan penggunaan berbagai teknik, sedangkan tujuan tangkisan mati adalah untuk menyakiti tangan/kaki lawan yang digunakan untuk menyerang kita. Supaya lawan tidak mengulangi menyerang dengan anggota tubuhnya yang sakit tersebut.

Demikianlah dua kategori tangkisan menurut pendapat saya. Mudah-mudahan bisa dipahami dan berguna bagi para pecinta bela diri.

14 Juni 2012

Silat Suffian: Pertarungan Senjata Tajam Melawan Senjata Tajam



Di atas adalah peragaan Silat Suffian, senjata tajam melawan senjata tajam. Peragaan pertama, tangan kosong melawan pisau. Peragaan kedua, pisau melawan pisau. Peragaan ketiga, golok melawan golok.

Bila kita cermati, pada peragaan kedua teknik yang digunakan kebanyakan teknik langsung. Sedangkan pada peragaan ketiga, ada teknik tidak langsung. Juga kita lihat bahwa di sini ketiga kaidah pertarungan senjata tajam juga dikombinasikan langsung, tidak satu demi satu. Peragaan ini baik untuk memberikan gambaran bagaimana pertarungan senjata tajam yang terintegrasi.

Sebenarnya pertarungan senjata tajam Silat Suffian tergolong pada permainan pedang Silat Malaya. Di dunia ini ada 4 macam permainan pedang. Gaya Barat, Jepang, China, dan Malaya. 

Video di atas ditayangkan untuk keperluan hiburan dan informasi. Bila Anda ingin belajar, belajarlah dengan pelatih bela diri yang terpercaya.