29 Agustus 2009

Bruce Lee: Paradigma Baru di Dunia Bela Diri

Bruce Lee merupakan bintang Hollywood yang sangat terkenal. Ia juga pendekar Kung Fu yang hebat. Sayangnya ia meninggal secara tidak wajar.

Bagi Dunia Barat, Bruce Lee memperkenalkan sebuah hal baru. Yakni bagaimana menggunakan kaki sebagai senjata pertarungan. Sebelum mereka mengenalnya, orang Barat selalu bertarung hanya dengan menggunakan tangannya.

Bagi Dunia Timur, Bruce Lee memperkenalkan aliran baru Kung Fu, yaitu Kung Fu Tanpa Gaya. Sebelum kehadirannya, Pendekar Kung Fu selalu terikat pada gaya/jurus. Misalnya Kung Fu Jurus Ular, Kung Fu Jurus Naga, Kung Fu Jurus Harimau, dan lain-lain. Ia mengajarkan bentuk pertarungan yang tidak terikat pada gaya/jurus, tapi langsung difokuskan pada teknik pertarungan. Bagi Dunia Kung Fu, ini sebuah paradigma baru. Suatu hal yang belum pernah ada sebelumnya.

Inilah cerita mengenai perubahan yang dilakukan Bruce Lee di Dunia Bela Diri. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan manfaat dari ajarannya.

14 Agustus 2009

Miyamoto Musashi: Prinsip Pendekar Tak Terkalahkan

Miyamoto Musashi merupakan samurai tak terkalahkan di Zaman Feodal Jepang. Dia selamat lebih dari 60 duel dan meninggal dengan damai di atas tempat tidurnya. Fakta mengenai keberadaannya diakui oleh sejarah.

Salah satu bukti sejarah ialah buku yang ditulisnya pada tahun 1643, berjudul Kitab Lima Unsur. Di buku ini ia menjelaskan prinsip menggunakan pedang yang dianutnya.

Pertama, ia menganjurkan untuk memegang pedang panjang di satu tangan dan pedang pendek di tangan lainnya. Katanya dengan susunan ini Anda bisa mengatasi pertarungan di medan apapun.

Kedua, Anda harus selalu bertarung dengan membelakangi sinar matahari atau menyampinginya. Jangan bertarung dengan menghadap sinar matahari, kecuali Anda tidak punya pilihan lain. Ini penting supaya penglihatan Anda tidak terganggu.

Ketiga, jangan menggunakan teknik pedang secara kaku. Teknik terbaik ialah teknik yang menyelamatkan nyawa Anda, bukan teknik standar yang tidak mengembangkan posisi atau keahlian Anda.

Keempat, bila Anda dikeroyok banyak samurai, jangan menunggu serangan musuh. Anda harus mengendalikan mereka, bukan dikendalikan mereka. Maju dan serang ke satu arah, kemudian berbalik untuk menyerang ke arah lainnya. Terus seperti itu. Dengan cara ini, Musashi dapat mengalahkan sekitar 20 sampai 30 samurai sendirian di sebuah duel.

Demikianlah prinsip yang digambarkan Miyamoto Musashi di dalam bukunya. Semoga ada manfaatnya bagi para pecinta bela diri.




31 Juli 2009

Taktik Tangan Kosong: Melawan Banyak Musuh Bersenjata

Melawan banyak musuh bersenjata merupakan bentuk pertarungan yang terberat. Walaupun Anda jago, tetap saja sulit menyelesaikannya.

Pada dasarnya, Anda mesti paham bagaimana melawan satu musuh bersenjata dulu. Karena tidak mungkin Anda bisa melawan banyak musuh bersenjata bila melawan satu saja tidak bisa.

Inilah anjuran jika Anda harus menghadapi banyak lawan bersenjata :

Taktik 1:

Lebih baik kabur bila Anda tidak sangat ahli. Bila Anda telah terkepung, tembuslah kepungan tersebut. Cari kelemahan atau lawan yang lemah. Ke sanalah Anda harus melarikan diri.

Taktik 2:

Sambil lari, carilah benda yang bisa digunakan sebagai senjata. Misalnya batang kayu, batu besar, pipa besi, rantai, dan lain-lain.

Taktik 3:

Anda bisa memasuki gang sempit di mana hanya satu lawan yang bisa bertarung dengan Anda. Ini posisi yang sangat menguntungkan. Di sini, Anda bisa melucuti senjata seorang lawan. Senjata yang diperoleh bisa digunakan untuk melawan mereka.

Taktik 4:

Bila Anda harus bertarung terbuka di medan yang luas, bertarunglah dengan cepat dan lincah. Ambil seorang lawan jadi perisai hidup untuk mengurangi risiko terluka. Temuilah guru bela diri yang terpercaya untuk menjelaskan dan mendemontrasikan apa yang saya maksud.

Melawan banyak musuh bersenjata tidak hanya memerlukan latihan intensif yang dipandu oleh guru bela diri yang terpercaya tapi juga keberanian sejati, ketenangan yang dalam, dan tentu saja: keberuntungan. Prinsip yang saya jelaskan di atas adalah anjuran untuk menolong Anda melawan musuh-musuh semacam itu. Bukan prinsip terbaik yang harus Anda terapkan secara mutlak.

25 Juli 2009

Taktik Tangan Kosong: Melawan Banyak Musuh Tak Bersenjata

Ini bentuk pertarungan yang lebih berat daripada satu lawan satu tanpa senjata. Bentuk ini juga memerlukan pemahaman yang baik.

Pada dasarnya ada dua pilihan. Pilihan pertama, Anda bertarung. Pilihan kedua, melarikan diri.

Apabila Anda memutuskan bertarung, terapkan siasat "hit and run" (serang dan lari). Bertarunglah dengan cepat dan lincah. Bila diperlukan, Anda bisa berlari dengan bebas sepanjang pertarungan. Gunakanlah lebih banyak kombinasi teknik pukulan dan tendangan. Prinsip bentuk ini mirip dengan mengalahkan Lawan Jenis Pertama di pertarungan satu lawan satu tangan kosong.

Namun bila Anda melihat terlalu banyak lawan, katakanlah lebih dari lima orang, sebaiknya Anda kabur atau melarikan diri. Apabila Anda terlanjur dikepung, tembuslah kepungan. Bagaimana caranya? Lihat sekeliling. Anda akan menemukan kelemahan atau lawan yang lemah. Ke sanalah Anda mesti lari.

Bila Anda sudah kelelahan tapi lawan masih mengejar Anda, berhentilah berlari dan hadapilah mereka. Berteriaklah untuk menjatuhkan keberaniannya. Tindakan mengejutkan ini akan membuat lawan takut. Biasanya hanya satu atau dua lawan yang berani menghadapi Anda. Ketika Anda sudah segar kembali, Anda bisa akhirnya memutuskan untuk meneruskan bertarung atau melarikan diri.

Inilah siasat tangan kosong untuk melawan musuh banyak tak bersenjata.

14 Juli 2009

Taktik Tangan Kosong: Melawan Satu Musuh Tak Bersenjata

Pertarungan satu lawan satu tangan kosong merupakan bentuk pertarungan paling mudah dan paling sederhana. Inilah dasar awal dari bela diri manapun. Namun tidak berarti ini tidak memerlukan taktik dan pemahaman yang baik.

Berdasarkan besar tubuhnya, lawan bisa dibagi dua jenis. Jenis Pertama, berbadan besar. Jenis kedua, berbadan kecil.

Bagaimana Mengalahkan Jenis Pertama:

Kecepatan dan kelincahan diperlukan untuk mengalahkan lawan semacam ini. Luncurkan berbagai teknik pukulan dan tendangan ke titik-titik fatal di tubuh lawan. Dianjurkan supaya Anda bergerak dengan menggunakan kuda-kuda ringan. Bila harus, Anda bisa berlari-lari kecil. Jangan mendekat dan hindari penggunaan teknik bantingan dan/atau kuncian. Dengan teknik tersebut sulit mengalahkan lawan.

Bagaimana Mengalahkan Jenis Kedua:

Ini kebalikan dari Jenis Pertama, lawan berbadan kecil. Anda harus mendekat untuk menang. Batasi ruang geraknya. Sebaiknya menggunakan teknik bantingan, kuncian, atau patahan. Bergeraklah dengan kuda-kuda berat. Hindari gerakan yang tidak perlu.

Tampaknya mudah bila lawan tidak belajar bela diri. Sekarang, bagaimana kita mengalahkan lawan yang terlatih?

Pertama, Anda harus mengidentifikasi jenis bela dirinya terlebih dahulu. Jenis rapat atau renggang? Anda mengetahuinya dulu (Untuk mengidentifikasi jenis bela diri, silakan baca artikel dahulu: Dua Kategori Ilmu Bela Diri).

Kedua, gunakan kebalikan prinsip bela diri lawan. Bila ia tergolong bela diri rapat, lawanlah dengan bela diri renggang (atau sama seperti mengalahkan Jenis Pertama). Bila ia tergolong bela diri renggang, lawanlah dengan bela diri rapat (atau sama seperti mengalahkan Jenis Kedua).

Di atas merupakan penjelasan siasat pertarungan satu lawan satu tangan kosong. Saya akan menjelaskan bagaimana melawan musuh banyak tak bersenjata di artikel saya berikutnya.


18 Juni 2009

Rahasia Memenangkan Pertarungan Maut

Pecinta Bela Diri juga Pecinta Perdamaian. Walaupun kita petarung terlatih, kita tidak berkelahi jika tidak terpaksa. Anda bisa melihat sebuah bukti dari pernyataan ini pada Tindak-tanduk Pendeta Shaolin. Mereka orang yang sopan, beradab, dan damai. Namun tidak berarti mereka tidak bisa bertarung sekeras-kerasnya.

Namun kenyataan hidup tidak berkata demikian. Kadang-kadang kita mesti bertarung demi keselamatan diri kita. Pilihannya sederhana: melumpuhkan atau dilumpuhkan.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, inilah hal-hal yang penting kita kerjakan ketika perkelahian maut terjadi.

Ketika perkelahian akan terjadi (tapi tidak mesti terjadi), lihat tangan lawan. Jangan melihat ke matanya. Anda mesti memperhatikan apakah tangannya disembunyikan ke belakang punggung, ke dalam tas, ke dalam saku, atau ditutupi sesuatu benda. Bila iya, Anda mesti curiga bahwa ada senjata di tangan tersebut.

Ketika perkelahian dimulai, langsung saja dan secepatnya gunakan teknik yang fatal untuk melumpuhkan lawan. Jangan beri lawan sedetikpun untuk mengembangkan diri. Bila Anda terlanjur di dalam posisi/kedudukan yang merugikan, cepat ambil posisi yang menguntungkan. Camkanlah bahwa perkelahian sebenarnya hanya memerlukan hitungan detik untuk menentukan siapa yang cepat dan siapa yang mati.

Inilah hal-hal yang mesti kita ketahui dan terapkan ketika kita terlibat di dalam sebuah pertarungan maut. Ingat, saya tidak menganjurkan untuk membunuh tapi hanya melumpuhkan. Untuk memahami tindakan apa yang tepat pada berbagai situasi pertarungan, silakan baca artikel saya sebelumnya. Latihan Visualisasi: Menerapkan Tindakan yang Tepat Pada Situasi Pertarungan.

09 Juni 2009

Latihan Visualisasi: Menerapkan Tindakan yang Tepat Pada Situasi Pertarungan


Pecinta bela diri, seorang bijak pernah berkata,"Hidup adalah pilihan".

Di dalam latihan bela diri, kita belajar untuk menang bertarung. Di antara teknik-teknik yang kita latih, ada yang bersifat fatal dan ada yang tidak. Ada banyak pilihan yang bisa kita ambil untuk menang atau selamat di dalam pertarungan sesungguhnya. Namun untuk menyederhanakannya, inilah pilihan yang mungkin kita ambil:

1. Membunuh atau mencederai lawan
2. Melumpuhkan atau melucuti senjata lawan tanpa mencederai
3. Tidak berkelahi (membujuk lawan, masuk ke ruangan, mengabaikan, dan lain-lain)
4. Melarikan diri

Pilihan yang kita ambil sangat bergantung pada situasi yang kita hadapi. Anda hendaknya memvisualisasikan (membayangkan seolah-olah terjadi) berbagai macam keadaan pertarungan di benak Anda, sekaligus memvisualisasikan apa yang Anda lakukan untuk mengatasinya. Latihan visualisasi begitu penting karena di dalam perkelahian sebenarnya hampir tidak ada waktu untuk berpikir. Apa yang Anda kerjakan bersifat spontan dan didapat dari alam bawah sadar Anda.

Sekarang marilah kita mulai memvisualisasikan situasi-situasi berikut ini. Anda mesti memilih dan memvisualisasikan sendiri tindakan yang Anda ambil. Saya tidak akan memberikan jawaban. Sebuah situasi mungkin memiliki 1 atau 2 jawaban.

Situasi 1

Adik Anda yang mabuk pulang dari bar. Ia marah-marah tanpa sebab. Kini ia mulai mencoba memukul Anda

Situasi 2

Ketika Anda sedang berjalan kaki di jalan, Anda bertemu dengan seorang yang kurang waras. Ia mengeluarkan pisaunya, dan kini menyerang Anda

Situasi 3

Anda seorang prajurit di medan perang. Komandan musuh ada di depan Anda. Kalian berdua sama-sama kehabisan peluru

Situasi 4

Anda terjebak di dalam sebuah kerusuhan. Tiba-tiba puluhan orang berteriak-teriak dan mengejar Anda. Jelas bahwa mereka akan menyerang Anda tanpa ampun

Situasi 5

Anda dan istri Anda ingin bercerai sebelumnya. Pagi tadi kalian mengetahui bahwa semuanya hanyalah kesalahpahaman. Siang ini, saudara ipar Anda yang belum tahu menemui Anda. Dalam keadaan marah, ia menyerang Anda dengan sebuah palu