08 Januari 2012

Mengapa Perlu Memiliki Jurus Andalan

Di setiap cabang olahraga, kita selalu melihat bintang atau juara. Misalnya di cabang tenis kita mengenal Bjon Borg, Martina Navratilova, Pit Sampras, dan lain-lain. Di cabang sepakbola ada Ronaldo dari Brazil dan Diego Maradona dari Argentina.

Kalau kita perhatikan, bintang-bintang tersebut sudah mumpuni tekniknya. Secara umum, mereka menguasai seluruh teknik yang diperlukan. Namun tidak hanya itu, mereka juga punya andalan masing-masing.

Misalnya Bjon Borg terkenal dengan pukulan forehand-nya, Pit Sampras terkenal dengan pukulan service-nya. Diego Maradona terkenal dengan keahliannya menembus lini belakang dengan cepat.

Hal yang sama berlaku juga di cabang olahraga bela diri. Bila Anda ingin lebih dari praktisi lainnya, selain mesti menguasai teknik keseluruhan, Anda juga mesti memiliki jurus andalan. Kalau perlu, jurus andalannya tidak hanya satu atau dua. Walaupun mesti diingat bahwa berbeda antara jurus andalan di dalam pertandingan dengan jurus andalan di dalam perkelahian. Jurus andalan di dalam pertandingan dibatasi oleh aturan pertandingan dan tidak ditujukan untuk menyakiti lawan.

Di dalam pertarungan sesungguhnya juga sangat diperlukan jurus andalan. Dengan ini, Anda bisa langsung melumpuhkan lawan tanpa banyak membuang napas dan tenaga. Membuat Anda menang dengan cepat dan mengalahkan lawan sebelum ia sempat mengembangkan dirinya.

Jadi Praktisi Bela Diri, punyailah jurus andalan masing-masing. Jurus andalan penting tidak hanya untuk keperluan olahraga atau pertandingan saja, tapi juga untuk keperluan bela diri. Jurus atau teknik andalan membedakan kita dengan orang lain, menunjukkan kelebihan kita di bidang olahraga, wibawa dan menyelamatkan kita di dalam pertarungan sesungguhnya. Oleh karena itu, punyailah jurus andalan Anda.

27 Desember 2011

Silat Suffian: Peragaan Melawan Musuh Bersenjata Api



Di atas adalah video peragaan melawan musuh bersenjata api menurut Silat Suffian. Sekali lagi, saya mengingatkan untuk berlatih dengan pelatih militer yang terpercaya untuk menghadapi lawan bersenjata api.

Walaupun sebenarnya saya kurang setuju dengan beberapa teknik melucuti pistol, karena hanya menggunakan satu tangan, peragaan di atas sangat baik untuk memberikan gambaran bagaimana melucuti senjata api bagi pemula di dalam masalah ini.

Selamat menikmati. Tidak lupa saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012. Semoga kita lebih berhasil, cita-cita kita tercapai, dan kita lebih bahagia di tahun baru ini.

13 Desember 2011

Ketenangan di Dalam Pembelaan Diri

Di dalam pertarungan atau pembelaan diri, ketenangan adalah mutlak diperlukan. Bahkan diperlukan bukan hanya di dalam pembelaan diri saja, tapi juga di dalam situasi berbahaya lainnya.

Ada dua alasan mengapa ketenangan diperlukan. Pertama, bila Anda tidak tenang maka teknik/jurus tidak keluar optimal. Bahkan dalam keadaan panik yang ekstrim, Anda akan berkelahi serampangan atau mengamuk. Tidak ada satu teknik bela diri pun yang akan keluar. Anda bertarung dengan instink saja seperti hewan.

Alasan kedua, dalam keadaan tenang dan pikiran terpusat, kita bisa mengumpulkan tenaga lebih banyak. Anda yang sudah sampai tingkat meditasi atau tenaga dalam tentu paham hal ini. Bila jalan pikiran bersih, badan akan ikut tenang, dan Anda bisa mengumpulkan tenaga besar. Contohnya seperti peragaan memecahkan bata atau balok es besar dengan menggunakan tangan kosong.

Bagaimana memperoleh ketenangan di dalam pembelaan diri? Ada dua langkah untuk memperolehnya.

Langkah pertama ialah membiasakan hidup tenang. Berjalanlah dengan tenang, makanlah dengan tenang, bekerjalah dengan tenang, kerjakan semuanya dengan tenang. Maka di dalam situasi apapun, Anda akan selalu tenang.

Langkah kedua, menghilangkan penyebab ketidaktenangan. Biasanya ada dua hal yang merusak ketenangan. Pertama, rasa takut. Yang kedua, rasa marah.

Takut biasanya timbul karena kurangnya percaya diri untuk mengatasi situasi. Misalnya Anda yang biasa berlatih melawan pisau kayu akan takut ketika bertarung melawan pisau besi. Supaya jangan takut dan tetap percaya diri, berlatihlah semirip mungkin dengan situasi sebenarnya. Misalnya dengan menggunakan senjata sebenarnya setelah lihai dengan senjata mainan. Tentu saja tetap dibimbing oleh pelatih bela diri yang terpercaya.

Marah bisa terjadi karena berbagai sebab. Satu-satunya jalan ialah pengendalian diri. Perlu latihan mental dan kekuatan jiwa supaya jangan dikuasai amarah. Jangan menyerang atau bertarung di puncak kemarahan. Anda akan mengeluarkan tenaga besar dan kurangnya kontrol gerakan dan teknik. Menyebabkan lawan Anda berada di dalam situasi yang menguntungkan.


Perlu dicatat bahwa tenang itu tidak identik dengan lamban dan lemah. Tenang boleh; tetapi teknik/jurus tetap cepat, gesit, dan kuat.

Demikianlah pembahasan tentang ketenangan di dalam pembelaan diri. Mudah-mudahan ada gunanya bagi para pecinta bela diri.

28 November 2011

Silat Suffian: Peragaan Melawan Musuh Bersenjata Tajam



Di atas adalah video peragaan melawan musuh bersenjata pisau menurut Silat Suffian. Silat Suffian adalah silat yang populer di Brunei Darussalam. Sekali lagi, saya mengingatkan untuk berlatih dengan pelatih bela diri yang terpercaya untuk melawan musuh bersenjata tajam. Bukan hanya dengan menonton video peragaan bela diri.


Oh ya, mungkin pembaca menjadi bingung mengapa namanya hanya Silat, bukan Pencak Silat. Menurut legenda yang beredar dari mulut ke mulut, dulu kala di Nusantara ada dua bela diri yang populer, yaitu Pencak dan Silat. Pencak adalah bela diri keras menyerang seperti Karate, sedangkan Silat adalah bela diri bertahan yang banyak mengandalkan bantingan dan kuda-kuda berat. Oleh seorang ahli bela diri yang tidak dikenal namanya, dua bela diri ini disatukan dan dinamakan Pencak Silat. Kemungkinan Silat Suffian adalah silat yang masih asli, yang belum digabung dengan pencak. Itulah jawabannya menurut penulis.

Namun patut pula diketahui bahwa kadang-kadang Pencak Silat juga hanya disingkat dengan satu kata, Silat. Ini adalah hal yang lazim di dunia persilatan Nusantara ini.

Selamat menikmati. Ingatlah bahwa video di atas ditayangkan untuk keperluan informasi dan hiburan. Bila ingin belajar melawan musuh bersenjata, berlatihlah dengan pelatih bela diri yang terpercaya.

19 November 2011

Trik Mudah Bantingan Dorong

Salah satu teknik bantingan yang populer di dalam ilmu bela diri adalah bantingan dorong. Bantingan ini diajarkan hampir oleh semua cabang bela diri.

Cara melaksanakannya sangat mudah. Sesudah menangkap/menangkis pukulan lawan, Anda maju dan melangkahkan satu kaki Anda tepat di belakang kaki lawan, mengganjalnya. Kemudian dengan tangan Anda, doronglah dada lawan. Lawan akan jatuh karenanya.

Saya sering melihat siswa bela diri kesulitan melakukan bantingan ini. Mereka mengeluarkan tenaga besar, padahal tidak perlu.

Cara supaya mengeluarkan tenaga kecil saja, ada pada teknik dorongannya. Kaki tetap tegar. Doronglah membuat arah lingkaran, bukan dorongan searah garis lurus. Dengan cara ini, tenaga yang dikeluarkan kecil saja dan lawan jatuh dengan mudah.

Cobalah Anda praktekkan. Anda akan merasakan lebih efektif dan lebih ringan dengan trik ini.

03 November 2011

Falsafah Seni Bela Diri

Semua hal di dunia ini memiliki falsafah. Falsafah ialah makna terdalam yang meliputi sesuatu hal. Misalnya falsafah olahraga yang tersirat di dalam semboyan "Men sano in corpore sano" (Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula). Diharapkan penggemar olahraga tidak hanya sehat badannya, tapi juga sehat jiwanya. Sehat jiwa di sini maksudnya sportif, jujur, tidak curang, dan mau mengakui keunggulan lawan.

Demikian pula seni bela diri. Bela diri memiliki falsafah. Misalnya Kempo dengan falsafahnya,"Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan, kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman".

Menurut pendapat saya, ada 3 klasifikasi falsafah bela diri. Di bawah ini adalah uraiannya.

1. Falsafah Bertahan
Mengingat sejarah bela diri yang kental dengan suasana dan ajaran agama Budha, sebagian besar bela diri memiliki falsafah bertahan. Tidak menyerang lebih dahulu, dan hanya menggunakan jurus untuk membela diri. Tidak menggunakan bela diri untuk pamer atau unjuk kehebatan. Contoh bela diri aliran ini antara lain Aikido, Pencak Silat, dan Shaolin Kung Fu.

2. Falsafah Menyerang
Dalam perkembangannya, ahli bela diri mengembangkan tidak hanya teknik bertahan, tapi juga teknik menyerang. Menyerang memiliki keuntungan di mana kita bisa melumpuhkan lawan tanpa mesti menunggu serangannya. Di dalam beberapa kasus seperti melawan musuh berbadan besar atau perkelahian keroyokan, menyerang memberikan keunggulan mendahului melumpuhkan lawan sebelum keadaan berkembang menguntungkan lawan. Contoh bela diri yang menganut falsafah menyerang adalah Karate dan Tae Kwon Do.

3. Falsafah Melenyapkan
Bela diri di zaman dahulu juga digunakan untuk keperluan militer. Anda jangan terkejut mendengar ada bela diri yang memiliki falsafah melenyapkan atau menghabisi lawan. Sebab di dalam perang berlaku hukum "membunuh atau dibunuh". Contoh bela diri yang menganut falsafah melenyapkan antara lain ialah Ninjutsu.

Demikianlah falsafah bela diri menurut pendapat saya. Mungkin pembaca memiliki klasifikasi yang lain. Atau Anda punya falsafah bela diri yang baru? Falsafah bela diri yang membawa kedamaian dunia? Bila ada, jangan ragu-ragu mengajarkannya. Falsafah yang baik selalu menghasilkan penerapan dan hasil yang baik pula.

03 Oktober 2011

Kritis di Dalam Belajar Bela Diri



Seiring perkembangan zaman, belajar bela diri sekarang jauh lebih mudah daripada zaman dahulu. Dahulu, kita harus belajar bela diri dengan cara mendedikasikan diri pada sebuah jenis bela diri dan juga pada seorang guru. Ilmu yang kita dapat tergantung dari yang diajarkan guru tersebut.


Sekarang kita tidak mesti belajar secara konvensional kepada seorang guru. Kita bisa belajar lewat buku, DVD, atau internet. Pokoknya kita bisa belajar dari banyak media. Teknik dan prinsipnya bahkan sudah dibahas secara ilmiah oleh praktisi bela diri profesional.

Tidak jadi masalah apakah Anda belajar secara konvensional atau melalui media, Anda mesti mengembangkan sikap kritis di dalam belajar bela diri. Jangan menelan mentah-mentah apa yang diajarkan kepada Anda. Pahamilah bahwa guru Anda mungkin hanya mengulang teknik yang diajarkan gurunya dulu, padahal belum tentu teknik itu teknik terbaik. Mungkin teknik itu sudah kadaluwarsa, karena sudah digugurkan oleh teknik baru yang lebih teruji.

Demikian pula bila Anda belajar lewat media, misalnya lewat Youtube. Anda mesti memahami bahwa pelatih di video itu juga manusia. Ia mungkin menciptakan teknik sendiri yang menurut dia baik, tapi tidak sebaik itu di dalam praktiknya. Pada dasarnya, Anda mesti rajin membanding sendiri dan memahami teknik apa yang terbaik di dalam kenyataannya. Anda juga mesti rajin mendengarkan pembahasan oleh pelatih bela diri yang menyatakan suatu teknik sudah gugur, tentu saja dengan alasan logisnya.

Di atas saya sajikan sebuah video yang menjelaskan teknik menjatuhkan pedang lawan dengan sebuah tombak. Sebuah teknik yang menurut saya sangat beresiko, karena sangat mungkin tombak yang kita gunakan untuk memutar pedang lawan itu tergelincir. Jika itu terjadi, bukan saja pedang lawan itu tidak jadi jatuh, tapi juga memberi lawan peluang menyerang balik. Sangat berbahaya. Sekali lagi, jadilah kritis di dalam belajar bela diri.