04 September 2011

Trik Bagus di Dalam Permainan Pedang



Walaupun sudah ketinggalan zaman, permainan pedang merupakan seni bela diri yang menarik untuk dipelajari. Sampai sekarang masih dipelajari dan dilatih oleh praktisi bela diri di berbagai belahan dunia.


Ada beberapa trik memenangkan permainan pedang. Di sini penulis mencoba menjelaskan satu di antaranya.

Saat pedang bertangkisan dan tertahan, gunakan tangan kiri untuk menangkap pergelangan tangan kanan lawan yang memegang pedang. Kemudian pelintirlah tangan tersebut ke arah luar. Ini bisa menyebabkan lawan jatuh atau setidaknya condong ke samping karena sakitnya pelintiran. Memberi Anda kemenangan posisi. Jika lawan sudah seperti ini, Anda bisa mengambil tindakan yang menentukan.

Ini tidak masalah apakah Anda dan lawan memegang pedang dengan dua tangan atau satu tangan. Memang video di atas dengan dua tangan, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan dengan satu tangan.

Demikianlah salah satu trik untuk memenangkan permainan pedang. Mudah-mudahan ada gunanya bagi para pecinta bela diri.

19 Agustus 2011

Prinsip Dasar Teknik Patahan

Teknik Patahan ialah teknik yang digunakan untuk mematahkan tulang atau persendian lawan. Teknik ini merupakan teknik terlarang di dalam pertandingan bela diri manapun. Biasanya hanya digunakan di dalam pertarungan antara hidup dan mati.

Untuk bisa mematahkan tulang/persendian manusia, terlebih dulu kita mesti memahami anatominya.

Sekarang coba Anda perhatikan jari tangan Anda; yaitu jari telunjuk, tengah, manis, dan kelingking. Buka dan luruskan jari-jari tersebut. Anda akan menyadari bahwa gerak keluarnya terbatas, hanya sampai 180 derajad. Jika Anda tekan jari-jari tersebut melebihi 180 derajad, niscaya persendiannya akan patah.

Demikian pula siku Anda. Siku dan lengan Anda juga ruang geraknya terbatas, hanya bisa digerakkan keluar sampai 180 derajad. Bila melebihi 180 derajad, siku Anda akan patah.

Inilah prinsip dasar teknik patahan. Menekan sendi melebihi ruang geraknya. Prinsip yang sama juga digunakan untuk mematahkan leher, lutut, dan tulang punggung.

Saya menegaskan jangan menggunakan teknik patahan kecuali sangat terpaksa, seperti menghadapi lawan bersenjata tajam. Teknik ini terlarang karena menyebabkan lawan cacat seumur hidupnya.

17 Juli 2011

Kesalahan Teknik Melucuti Pistol




Melucuti lawan bersenjata api bukanlah masalah mudah dan main-main. Kesalahan bisa berakibat luka serius atau kematian.

Pistol adalah salah satu jenis senjata api. Memiliki bentuk yang kecil dan pendek, menyebabkan pistol ini luwes dan mudah digunakan di jarak dekat. Hal ini juga menyebabkan pistol lebih sulit dilucuti daripada senapan yang berbadan panjang.

Menurut pendapat pelatih Krav Maga, ada satu kesalahan yang sering dilakukan orang ketika melucuti pistol. Yaitu memegangnya hanya dengan satu tangan, biasanya di larasnya. Seharusnya ia memegang dengan dua tangan. 

Mengapa memegang dengan satu tangan itu salah? Karena lawan bisa menarik pistolnya dengan mudah, sehingga pegangan kita pada laras pistol terlepas. Ini sangat berbahaya jika terjadi di dalam pertarungan sebenarnya.

Kesalahan di dalam melucuti senjata api, sekali lagi penulis tegaskan, bisa berakibat luka serius atau kematian.

02 Juli 2011

Prinsip Dasar Melawan Musuh Bersenjata Api



Senjata api, apapun jenisnya, merupakan senjata yang sangat berbahaya. Bela diri melawan senjata jenis ini hanya diberikan pada tingkat sangat mahir dan umumnya tidak dilatihkan pada masyarakat sipil. Bila Anda ingin belajar, sebaiknya Anda belajar dengan pelatih militer yang sudah diakui.


Namun tidak ada salahnya kita mengetahui prinsip dasarnya. Punya banyak pengetahuan itu tidak ada salahnya.

Pertama, Anda harus tenang dan tetap berpikir jernih. Ini berlaku tidak hanya di dalam menghadapi todongan senjata api, tapi juga situasi berbahaya lainnya.

Kedua, identifikasi situasi. Apakah ini situasi hidup-mati atau bukan? Bila bukan situasi hidup-mati, misalnya perampokan, Anda sebaiknya jangan melawan.

Ketiga, sesudah Anda yakin Anda takkan dibiarkan hidup, bertindaklah dengan segera dan cepat. Jangan menatap ke matanya. Upayakan supaya badan/kepala Anda di luar garis tembakan. Ini biasanya dilakukan dengan menghindar garis tembakan dan menepis/menangkap laras atau tangan yang memegang senjata. Kemudian baru Anda melucutinya. Apapun teknik yang Anda gunakan dan dari posisi manapun Anda ditodong, lakukan dengan sangat cepat.

Keempat, bila Anda berhasil melucuti senjata lawan, segera ambil jarak dan todongkan senjata tersebut. Jangan sampai lawan ada di dekat Anda. Ini dilakukan untuk mencegah serangan balik.

Demikianlah prinsip dasar melawan musuh bersenjata api. Mudah-mudahan ada gunanya bagi para pecinta bela diri.

N.b.: Tontonlah video di atas tanpa suara. Sayang suara aslinya diganti dengan musik oleh uploader di Youtube

08 Juni 2011

Taktik Tangan Kosong: Melawan Musuh Bersenjata Tombak



Tombak memiliki karakteristik istimewa dibanding senjata tradisional lainnya. Kelebihannya ada pada jangkauannya yang panjang. Oleh karena itu, tombak relatif sulit untuk didekati.

Umumnya ada 3 macam serangan dengan tombak. Pertama, tusukan, Kedua, pukulan. Ketiga, sabetan.

Apapun bentuk serangannya, Anda bisa dengan mudah mengalahkan lawan bersenjata tombak bila Anda mengetahui kelemahannya. Kelemahan ada pada pegangan tombak. Bila Anda berhasil memegang tombak pada pegangannya, Anda sudah setengah menang.

Menghadapi tusukan, menyingkirlah dulu ke samping kemudian baru memegang tombak. Peganglah dengan satu tangan di depan tangan lawan dan satu tangan di antara kedua tangan lawan. Atau bila tombak lawan panjang, pegang dengan dua tangan di depan tangan lawan.

Menghadapi pukulan atau sabetan, Anda melangkah maju mendahului serangan sambil menangkap pegangan tombak. Bila kebetulan jarak Anda terlalu jauh, Anda dapat menyingkir dulu ke samping atau ke belakang. Kemudian bila sempat memegang pegangan tombak. Bila tidak sempat, Anda bisa menunggu serangan selanjutnya.

Sesudah Anda berhasil memegang tombak, selanjutnya Anda dapat menerapkan teknik rampasan. Contoh teknik rampasan bisa Anda lihat pada video di atas. Atau Anda bisa pula menerapkan bantingan dorong dengan cara menekankan pegangan tombak pada leher lawan sekaligus mengait kakinya. Sesudah lawan jatuh, Anda dengan mudah merampas tombak lawan.

Demikianlah teknik untuk mengatasi lawan bersenjata tombak. Mudah-mudahan ada gunanya bagi para pecinta bela diri.

29 Mei 2011

Taktik Tangan Kosong: Melawan Musuh Bersenjata Pedang Katana



Pedang Katana adalah sejenis pedang tradisional Jepang. Pedang ini digunakan untuk keperluan berperang oleh samurai pada zaman Jepang Kuno. Di Indonesia, pedang ini sering disebut "Pedang Samurai". Suatu salah kaprah, karena samurai bukanlah nama pedang melainkan sebutan untuk prajurit satria yang mengabdi untuk raja-raja zaman feodal Jepang.

Keunikan pedang Katana dari sudut pandang ilmu bela diri ada pada teknik memegangnya. Pedang ini biasanya dipegang dengan dua tangan, walaupun memang ada aliran yang memegangnya dengan satu tangan saja. Hal ini menyebabkan melawan musuh bersenjata pedang ini lebih sulit daripada musuh bersenjata pedang biasa, karena ada dua tangan yang mesti "diuraikan" ketika melucutinya.

Langkah pertama yang harus Anda jalankan adalah merapat ke badan lawan. Anda melakukannya sambil menghindari tebasan/tusukan pedang. Jangan menjauh, karena Anda akan menjadi sasaran empuk.

Langkah kedua, dengan kedua tangan Anda tangkaplah salah satu lengan lawan. Satu tangan Anda memegang di sikunya, satu tangan lagi memegang di gagang pedang. Dengan teknik ini, selanjutnya Anda dengan mudah merampas pedang lawan. Ambil pedang lawan dengan melakukan teknik pelintiran pada tangan lawan sekaligus menjatuhkannya. Untuk contohnya, silakan putar video yang ada di atas artikel ini.

Dua langkah di atas merupakan salah satu teknik standar untuk melawan pedang Katana. Sebenarnya Anda juga bisa menggunakan teknik yang tidak standar. Misalnya setelah Anda menghindari tebasan/tusukan, Anda bisa mengambil posisi di belakang lawan dan melakukan teknik kuncian/cekikan pada lehernya. Ia tidak mungkin menggunakan pedangnya saat Anda berada tepat di belakangnya. Ada dua kemungkinan setelah itu. Ia tewas tercekik atau terpaksa melepaskan pedangnya supaya bisa melepaskan kuncian Anda. Bela diri itu sebenarnya luwes dan tidak sulit.

Demikianlah salah satu teknik standar untuk mengatasi lawan bersenjata pedang Katana. Mudah-mudahan ada gunanya bagi para pecinta bela diri.

05 Mei 2011

Beberapa Cara Menghindari Konflik Fisik

Pecinta Bela Diri juga merupakan Pecinta Perdamaian. Walaupun kita petarung yang terlatih baik, kita bertarung hanya karena terpaksa. Seandainya mungkin, semua pertarungan dihindari dan diselesaikan baik-baik.

Ada 2 alasan mengapa konflik fisik sebaiknya dihindari. Pertama, pertarungan fisik itu menyakiti badan. Setidak-tidaknya membuang napas dan tenaga yang tidak perlu. Kedua, pertarungan itu melanggar hukum.

Berikut adalah beberapa cara menghindari konflik fisik:

1. Mengabaikan
Mungkin Anda pernah mengalami hal ini. Ketika berjalan kaki, beberapa remaja sok jagoan mengejek Anda dan menantang berkelahi. Anda tak perlu melayani provokasi semacam ini. Toh walaupun Anda menang berkelahi, orang-orang takkan menyebut Anda jagoan. Malah Anda bisa dianggap sama bodohnya dengan mereka yang menantang Anda.

2. Masuk ke Dalam Ruangan
Ini metode yang sangat efektif untuk menghindari konflik. Ketika Anda melihat gejala pertarungan, Anda bisa masuk ke dalam ruangan dan mengunci pintu seandainya ada ruangan tersedia. Dinding ruangan akan menghalangi calon lawan untuk menyentuh badan Anda.

3. Membujuk Lawan
Tidak mungkin orang ingin berkelahi jika tidak ada yang membuatnya marah atau kesal. Bila Anda mengetahui hal tersebut, Anda bisa membujuk lawan. Bila itu salah Anda, Anda mestinya berjiwa besar dan meminta maaf. Bila tidak, katakanlah bahwa tindakan Anda tersebut tidak Anda maksudkan untuk membuatnya tersinggung.

4. Bertindak Tegas
Namun bila Anda sudah berbicara baik-baik dan lawan tampaknya masih memaksa untuk bertarung, ambillah tindakan tegas. Katakan," Maaf, saya tak ingin berkelahi" atau "Saya tak ingin membahasnya lagi" maupun kalimat tegas lainnya dan tinggalkanlah lawan. Tindakan tegas semacam ini akan mematahkan 'semangat' berkelahi lawan dan mencegah konflik fisik

5. Melarikan Diri
Bila Anda melihat bahaya, misalnya puluhan orang bersenjata ingin membunuh Anda, lebih baik Anda melarikan diri. Melarikan diri bukanlah tindakan pengecut, sebab hakikat bela diri hanyalah untuk membela diri. Bila sudah ada niat membalas atau menyakiti, itu bukan bela diri lagi namanya.
Selain itu, di mata hukum, bila Anda sudah melarikan diri dan dan tidak punya pilihan lain kecuali bertarung, barulah pembelaan diri Anda diterima di mata hukum. Hukum Indonesia menganjurkan untuk melarikan diri terlebih dahulu.

Demikianlah beberapa cara untuk menghindari konflik fisik. Mudah-mudahan ada gunanya bagi para pecinta bela diri.