27 Desember 2010

Arti Kecepatan Bagi Seorang Praktisi Bela Diri

Kecepatan merupakan salah satu komponen penting bagi praktisi bela diri selain kematangan teknik dan kekuatan. Kecepatan menurut pendapat saya menempati urutan kedua setelah kematangan teknik, kemudian urutan terakhir ditempati oleh kekuatan.

Siapa yang mengaku dirinya seorang praktisi bela diri tentulah tahu betapa pentingnya kecepatan. Di dalam pertandingan, bila gerakan Anda lebih lamban daripada gerakan lawan, Anda jelas akan kalah dan menjadi bulan-bulanan lawan. Di dalam perkelahian sebenarnya, siapa yang lebih cepat akan memenangkan pertarungan dan bertahan hidup. Sedangkan yang lambat akan kalah dan mungkin kehilangan hidupnya.


Tidak ada tips yang khusus untuk meningkatkan kecepatan. Berlatihlah dengan rajin dan teratur, maka kecepatan Anda akan meningkat dari waktu ke waktu.

Demikianlah arti penting kecepatan bagi seorang praktisi bela diri.



22 Desember 2010

Pentingnya Kematangan Teknik Bagi Seorang Praktisi Bela Diri

Menurut pendapat saya, ada 3 komponen penting yang mesti dimiliki oleh seorang praktisi bela diri. Tiga komponen itu adalah kematangan teknik, kecepatan, dan kekuatan. Di sini kita membahas tentang kematangan teknik terlebih dahulu.

Kematangan teknik adalah kesempurnaan koordinasi gerak anggota tubuh ketika melakukan suatu teknik bela diri. Teknik di sini mencakup keseluruhan teknik yang ada di dalam bela diri, termasuk gerakan yang terkecil sekalipun.

Mengapa kesempurnaan teknik itu penting? Karena tanpa teknik yang sempurna Anda akan gagal menyelesaikan suatu pertarungan. Contoh yang mudah misalnya kuda-kuda. Bila kuda-kuda Anda salah, Anda bisa jatuh sendiri ketika melakukan suatu teknik tendangan. Contoh lain teknik bantingan. Bila kuda-kuda atau teknik bantingan Anda salah, Anda akan gagal menjatuhkan lawan. Salah-salah malah Anda yang jatuh. Untung kalau tidak tertindih badan lawan setelah itu.

Kematangan teknik adalah awal yang harus dilalui seorang siswa bela diri. Lebih penting daripada kecepatan dan kekuatan. Bila teknik Anda sudah matang, Anda tidak akan memerlukan tenaga yang besar untuk membanting lawan, misalnya. Pun Anda tidak perlu terlalu cepat melakukannya, hanya dengan kecepatan yang wajar. Namun bukan berarti unsur kekuatan dan kecepatan itu tidak penting. Hanya urutannya setelah kematangan teknik. Urutan yang ideal menurut pendapat saya ialah kematangan teknik, kecepatan, dan kekuatan.

Ada beberapa tips untuk mencapai kematangan teknik. Antara lain:

  1. Berlatihlah dengan pelatih bela diri yang terpercaya. Pelatih yang baik mengetahui seluk-beluk teknik yang baik dan benar, bisa membimbing Anda mencapai kematangan teknik
  2. Jangan hanya meniru teknik yang diajarkan. Pahamilah mengapa teknik tersebut harus dilakukan dengan cara semacam itu, tidak dengan cara lain
  3. Jangan terburu-buru meningkatkan kecepatan. Kuasailah tekniknya terlebih dahulu, baru meningkatkan kecepatan. Sering kita lihat di dalam latihan gerakan yang cepat namun tidak matang. Gerakan yang cepat namun tidak matang adalah gerakan rusak yang tidak akan menghasilkan sukses di dalam pertandingan atau pertarungan sebenarnya
  4. Rajin-rajinlah berlatih. Semakin sering berlatih semakin matang teknik yang Anda punyai

Demikianlah pembahasan tentang kematangan teknik. Kita akan membahas tentang unsur kecepatan di dalam artikel saya selanjutnya.

17 Desember 2010

Sejarah Gulat

Jika Olimpiade adalah sejarah umat manusia, maka gulat adalah pembukaannya. Ketika Olimpiade kuno dimulai, gulat sudah menjadi olah raga yang lebih tua lagi. Disebut sebagai olah raga kompetisi tertua di dunia, gulat muncul disejumlah lukisan Mesir yang berusia lebih dari 5000 tahun yang lalu. Ketika Olimpiade kuno dimulai pada tahun 776 SM (Sebelum Masehi), lebih dari dua milenium setelahnya, Olimpiade menyertakan gulat, dan tahun-tahun berikutnya gulat menjadi pertandingan utama.

Olah raga ini kembali dengan peran yang serupa ketika Olimpiade dihidupkan kembali setelah absen selama 1500 tahun di 1896. Para panitia pelaksana, mencari hubungan langsung ke masa lampau, menemukan kealamian dalam gulat yang begitu populer di dunia kuno, dari Yunani, Assiria dan Babilonia hingga India, China, dan Jepang. Mereka menghidupkan kembali gulat Greco-Roman, gaya yang mereka percayai sebagai turunan langsung dari pegulat Yunani dan Romawi di masa lampau.

Dalam gulat Greco-Roman, pegulat hanya menggunakan tangan dan badan bagian atas untuk menyerang. Mereka hanya boleh memegang lawan di bagian-bagian itu saja. Ini bekerja dengan baik dari sudut pandang sejarah, namun gaya yang lebih ringan menyebar di Inggris Raya dan Amerika Serikat pada masa itu. Dikenal sebagai "catch as catch can", ini menjadi standar, dan hiburan profesional populer di pameran dan festival di kedua negara.

Pada 1904, Olimpiade menambahkan satu kelas gulat dan menyebutnya sebagai gaya bebas. Pada kelas ini, pegulat kini dapat menggunakan kaki mereka untuk mendorong, mengangkat dan menjegal, dan mereka bisa memegang lawan di bagian atas maupun bawah pinggang.

(Sumber: www.olympic.or.id)

03 Desember 2010

Taktik Tangan Kosong: Melawan Satu Musuh Bersenjata



Bentuk ini termasuk bentuk pertarungan yang amat teknis dan berat. Oleh karena itu, relatif sulit menerangkannya dengan kata-kata. Saya menganjurkan Anda untuk berlatih dengan pelatih terpercaya secara intensif untuk mengalahkan lawan yang bersenjata.

Senjata dapat dibagi 3: senjata api, senjata tajam, dan senjata tumpul. Yang akan kita bahas di sini adalah senjata tajam dan senjata tumpul. Senjata api merupakan bagian polisi dan tentara.

Pada prinsipnya Anda mesti mendekat untuk mengalahkan lawan semacam ini. Jika tidak mungkin untuk menangkap, Anda cukup menangkis atau menghindar dulu dari tebasan/tusukan. Begitu ada kesempatan, tangkap pergelangan tangan yang memegang senjata.

Kini Anda punya dua pilihan. Pertama, Anda menerapkan teknik patahan untuk mematahkan tangan lawan dan menjatuhkan senjatanya. Kedua, Anda membanting lawan terlebih dahulu. Ketika lawan jatuh, Anda melucuti senjatanya.

Pada dasarnya ini bukan satu-satunya prinsip. Banyak prinsip yang telah dikembangkan para ahli bela diri. Namun inilah prinsip yang paling mudah dipahami bagi praktisi pemula.

Bila Anda ingin melihat demonstrasi bela diri melawan musuh bersenjata, kunjungilah youtube.com dan di kotak search isilah "disarming a knife" atau "disarming techniques". Kemudian tekan enter atau klik search. Anda akan disodori banyak video yang bisa Anda tonton. Mungkin ada gunanya untuk memberikan gambaran bagaimana melawan seorang lawan bersenjata.

Sekali lagi, berlatihlah secara intensif dengan pelatih bela diri terpercaya untuk mempersiapkan diri melawan musuh yang bersenjata.

27 November 2010

Kung Fu Shaolin: Akar Bela Diri

Kung Fu Shaolin merupakan salah satu bela diri yang paling populer di dunia. Bela diri ini juga adalah akar dari semua bela diri di dunia ini.

Menurut sejarah, seni bela diri yang dikategorikan "martial art" dimulai sejak zaman Cina Kuno, semenjak adanya Jalur Sutera yang menghubungkan antara Cina dan India. Jalur ini merupakan penghubung kedua negara ini di bidang perdagangan, kebudayaan, dan agama. Agama yang dimaksud adalah Agama Budha.

Lama-kelamaan jalur ini menjadi tidak aman lagi karena banyaknya perampok yang beroperasi di sini. Bahkan perampoknya terkenal kejam, tidak membiarkan mangsanya hidup setelah dirampok.

Pada tahun 550 Masehi, Pendeta Budha ke-28, Dharma Taishi (Tatmo Cawsu) mengadakan perjalanan dari India ke Cina untuk mengajarkan agama Budha. Ia tidak hanya mengajarkan agama Budha, tapi juga Indo Kempo, seni bertarung ala India. Seni ini diajarkan mengingat seringnya pendeta Budha melewati Jalur Sutera. Yang artinya merupakan masalah antara hidup dan mati bagi mereka.

Banyak legenda yang mengiringi perjalanan ini. Dikatakan bahwa sang pendeta selama perjalanan dilindungi oleh 3 siluman: siluman babi, siluman elang, dan siluman monyet. Dari berbagai legenda yang ada, sejarah hanya mengakui bahwa si pendeta menggunakan rumah beroda yang ditariknya sendiri sebagai tempat untuk tidur di perjalanan kala malam tiba.

Kemudian seni yang diajarkan pendeta yang dikenal sebagai Budi Dharma di Indonesia ini dikembangkan di Kuil Shaolin, yang kemudian disebut sebagai "Kung Fu Shaolin".

Seiring perjalanan waktu, dasar dari seni ini menyebar ke seluruh dunia dan melahirkan banyak bela diri seperti Karate, Tae Kwon Do, Aikido, Pencak Silat, dan lain-lain. Bahkan sampai zaman moderen ini masih melahirkan bela diri baru seperti Shinto Ryu dan Mixed Martial Arts.

Demikianlah sejarah ringkas lahirnya Kung Fu Shaolin, akar dari semua bela diri di dunia ini.

17 Oktober 2009

Karate: Bela Diri Paling Populer

Siapa yang tidak kenal Karate? Bela diri yang gagah berani. Hampir seluruh belahan dunia mengenal Karate, bela diri dari Jepang.

Karate terdiri dari dua kata, "Kara" dan "Te". Kara berarti kosong, sedangkan Te berarti tangan. Secara harfiah, Karate bisa diartikan sebagai seni bela diri tangan kosong.

Jika Karate itu nama bela dirinya, maka Karateka adalah orang yang belajar Karate. Karate-do ialah jalan hidup Karateka.

Saya bukan ahli Karate, jadi kita takkan mendiskusikan Prinsip-prinsip Karate. Mungkin lebih baik jika kita mendiskusikan sejarahnya.

Pada abad ketujuh belas, orang Jepang menaklukkan Okinawa. Pemerintah yang baru melarang penduduk memiliki senjata, bahkan peralatan pertanian pun harus disimpan di gudang-gudang Pemerintah. Orang Okinawa menanggapi ini dengan menciptakan seni tangan kosong sampai tingkat tinggi. Mereka menyebutnya "Te", yang artinya tangan.

Sejumlah imigran China yang tinggal dengan penduduk lokal, ikut menyumbangkan cara bertarung mereka, Chuan Fa. Di zaman sekarang kita menyebutnya Kung Fu.

Sesudah waktu yang amat lama, nama Te diganti menjadi Karate.

Di tahun 1922, seorang Karateka Okinawa, Gichin Funakoshi mulai mengajarkan Karate di Jepang. Sejak inilah Karate memulai Masa Karate Moderen.

Demikianlah sejarah singkat mengenai awal berdirinya Karate. Awal dari bela diri paling populer di seluruh dunia.

11 Oktober 2009

Pencak Silat: Sebuah Bela Diri Indonesia



Pencak silat merupakan salah satu dari Bela Diri Indonesia. Sejarah dan asal-usulnya tidak diketahui secara pasti. Tidak ada bukti sejarah yang ditemukan mengenai masalah ini.

Menurut Suroso Orakas (1977:8), seorang pendekar Pencak Silat, diduga dasarnya diajarkan para pedagang China di abad ke-5 sampai abad ke-10. Saat itu Selat Malaka, salah satu selat di Indonesia, sudah menjadi lintasan utama perdagangan laut antara China, India, dan Nusantara. Pada tahun 670-an, zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya, hubungan dagang dan agama serta kebudayaan tersebut mencapai puncaknya. Sriwijaya saat itu merupakan pusat pendidikan Budha termasyhur. Mungkin di zaman inilah orang Indonesia belajar dasar bela diri dari pergaulan dengan saudagar-saudagar China.

Pada abad ke-15, pengajaran Pencak Silat dilanjutkan oleh para Kiai di pondok-pondok pesantren. Kiai adalah pemuka agama Islam, sedangkan pondok pesantren ialah pusat pendidikan agama Islam tradisional.

Setelah proses panjang yang memakan waktu ratusan tahun, akhirnya Pencak Silat menemukan kepribadiannya sendiri, khas Indonesia, seperti yang dikenal dunia saat ini.

Pengaruh ajaran agama Budha tampak di dalam Pencak Silat. Ia mengajarkan untuk tidak menyerang lebih dahulu. Siapa menyerang lebih dahulu, berarti menyerahkan diri.

Demikianlah perkiraan sejarah mengenai Pencak Silat. Bila Anda ingin belajar Pencak Silat Standar Indonesia, silakan datang ke Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Indonesia. Bila Anda orang manca negara, Anda bisa bergabung dengan Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (Persilat), bila ada di negara Anda. 

Daftar Pustaka:
Orakas, Suroso, Bela Diri Praktis Pencak Silat, Karya Anda, Surabaya, 1977.